Bupati Cup Ciamis, Tekad Awal Wewey Bangkit dari Keterpurukan

by

Pesilat peraih medali emas Asian Games, Wewey Wita

Pesilat peraih medali emas Asian Games, Wewey Wita

 

KaBerIndo.com – JAKARTA – Sukses Wewey Wita meraih medali emas di Asian Games 2018 diakuinya sebagai prestasi yang akan ia kenang sepanjang kariernya sebagai pesilat andalan Indonesia. Namun di balik itu tidak banyak yang mengetahui jika peraih medali emas di kelas 50-55 kg putri putri itu pernah mengalami masa-masa pahit pada awal kariernya.

Saat ditemui Poskotanews.com di Rumah Indonesia, kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Wewey bahkan tidak pernah menyangka dirinya kini mulai menjadi sorotan masyarakat Indonesia, berkat prestasinya pada Asian Games 2018.

“Iya mas sekarang banyak banget yang kenal sama Wewey setelah meraih emas kemarin. Senang karena dulu banyak orang memandang Wewey sebelah mata karena kondisi keluarga. Awalnya keluarga kami berkecukupan. Namun setelah Papa ditipu rekan bisnisnya, kehidupan kami berubah,” kata atlet berusia 25 tersebut.

(Baca: Pesilat Cantik Ini Tidak Menyangka Diajak Nge-vlog oleh Jokowi)

Namun Wewey berusaha bangkit dari keterpurukan kehidupan keluarganya dan mulai mengenal pencak silat lewat perguruan Perisai Diri di Ciamis.

“Waktu itu Wewey gak pernah tahu teknik pencak silat seperti itu. Tapi Wewey terus berlatih terus karena waktu itu Wewey masih kelas 4 SD, jadi kalau anak kecilnya yang penting punya banyak teman saja. Jadi gak pernah ada kepikiran bahwa pencak silat bisa memperbaiki kehidupan keluarga. Sampai akhirnya ikutan Bupati Cup yang bersaing seluruh perguruan se-Kabupaten Ciamis. Itu antara tahun 2003-2004,” jelas Wewey.

(Baca: Gemilang Pesilat Wewey Wita Petik Emas Kelima Hari Ini)

Pada ajang ini Wewey akhirnya berhasil menjadi juara dan mulai serius menggeluti pencak silat.  Dari sinilah, Wewey mulai melupakan pengalaman-pengalaman pahit yang dialami akibat kebangkrutan usaha sang ayah. Prestasi demi prestasi pun berhasil diraih Wewey sebagai pesilat. Puncaknya, ia berhasil mempersembahkan medali emas sebagai wakil Jawa Barat pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Riau 2012.

“Sejak itulah Wewey kemudian dipanggil untuk Pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sampai sekarang,” ungkapnya.

(Baca: Turunkan Berat Badan , Wewey Wita Raih Medali Emas Silat)

Wewey menambahkan bahwa prestasi tertinggi sepanjang kariernya adalah raihan medali emas pada Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018). Medali emas itu diraih Wewey usai mengalahkan pesilat asal Vietnam, Thi Them Tran pada partai final di kelas 50-55kg putri.

Ia pun mengaku puas dan mulai fokus untuk mempersiapkan rencana menikahnya yang sempat tertunda. “Wewey memang sempat menunda rencana untuk menikah sebelum bisa meraih prestasi tertinggi dan medali emas Asian Games ini, buat Wewey adalah prestasi tertinggi,” jelasnya.

(Baca: Susul Rekannya, Pasangan Pesilat Peraih Medali Emas Ini Juga Akan Menikah)

Kekasih mantan atlet pencak silat, Denny Aprisani itu juga berharap bonus dari medali emas Asian Games 2018 nanti bisa djadikan modal untuk menikah dan membuka usaha. “Selanjutnya, mudah-mudahan tahun ini menikah,” ucapnya.

“Dan kalau dapat bonus rencananya akan digunakan untuk membuka usaha untuk jaminan hidup masa depan, meskipun sudah dapat tawaran untuk menjadi PNS. Setelah itu kembali fokus untuk mempersiapkan diri lagi untuk Kejuaraan Dunia Pencak silat di Singapura yang rencananya akan digelar akhir tahun ini,” tuntas anak pertama dari empat bersaudara tersebut. (junius/ys)

Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *