Atlet Panjat Tebing Ini Kian Khawatir Setelah Terkenal

by

Aspar Jaelolo (ist)

Aspar Jaelolo (ist)

 

KaBerIndo.com – JAKARTA, Nama Aspar Jaelolo mungkin sudah mulai sering terdengar, berkat prestasinya dari cabang olahraga (cabor) panjat tebing di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Potongan rambutnya yang nyentrik, membuat publik pun kian mudah mengenali atlet yang menyumbang satu perak dan satu perunggu itu bagi Indonesia di Asian Games 2018.

Namun siapa yang sangka, jika Aspar justru mengaku sangat terkejut jika dirinya bisa menjadi terkenal seperti saat ini. “Itu semua berkat rekan-rekan media yang selalu setia memberikan dukungan bagi saya dan juga panjat tebing di Indonesia. Saya bahkan kaget sampai anak kecil di kampung saya (Makassar) bahkan ingin menjadi atlet panjat tebing, seperti saya. Padahal, sebelumnya atlet-atlet panjat tebing cuma dikenal oleh sebagian komunitas pencipta alam atau pendaki gunung,” kata Aspar kepada Pos Kota saat ditemui di sela-sela persiapannya untuk tampil dalam beberapa turnamen internasional, Selasa (18/9/2018).

Atlet kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan, 24 Januari 1988 silam itu pun menanggapi ketenarannya sebagai atlet panjat tebing sebagai berkah dan menambah semangatnya untuk bisa lebih berprestasi di level yang lebih tinggi usai menyumbang dua medali di Asian Games 2018.

“Sebagai seorang atlet, jelas itu semakin menambah motivasi saya untuk lebih memperbaiki performa saya. Target saya oribadi, tentu ingin kembali menjuarai Kejuaraan Dunia Panjat Tebing. Karena sudah lama saya tidak bisa menjadi juara lagi di Kejuaraan Dunia sejak 2014 lalu,” lanjut Aspar.

Peluang Aspar untuk menjadi juara di Kejuaraan Dunia Panjat Tebing kembali terbuka setelah ia mendapat undangan untuk mengikuti Climbing World Cup yang diselenggarakan oleh Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) di Kranj, Slovenia pada 29-30 November 2018 mendatang.

“Untuk persiapan saya sendiri sebenarnya masih kurang. Karena setelah Asian Games 2018, kami benar-benar istirahat total. Jadi ketika menjalani latihan lagi, sempat sedikit kaku. Tapi mudah-mudahan saat turun nanti, saya sudah berada dalam performa terbaik,” lanjut Aspar.

Atlet berusia 30 itu bersama dua rekan lainnya, yakni Aries Susanti Rahayu dan Puji Lestari akan turun di beberapa turnamen internasional elit lainnya yang bisa dijadikan ajang pemanasan .

Karena sebelum turun di Kejuaraan Dunia Pannjat Tebing. “Ya selain persiapan untuk mengikuti kualifikasi Olimoiade 2020, beberapa turnamen yang akan kita ikuti nanti juga bisa dijadikan ajang pemanasan untuk turun di Kejuaraan Dunia,” tegasnya.

Selain membuatnya semakin termotivasi untuk mengukir prestasi, sosoknya yang kini menjadi terkenal juga membuatnya khawatir. Maklum, Aspar dan kolega juga bisa menjadi sorotan media jika gagal mengukir prestasi.

“Iya ini juga yang menjadi kekhawatiran saya dan teman-teman lainnya kalau kami gagal mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Kalau itu terjadi, maka yang bisa kaminlakukan adalah bagaimana kami tetap bisa menjaga kepercayaan diri. Menjadi terkenal ada enaknya, tapi ada gak enaknya juga,” jelasnya.

Selain prestasi, Aspar sendiri dikenal sebagai salah satu atlet nyentrik dengan potongan rambut bergaya mohawk, menyerupai cicak yang dicat warna Merah dan Putih. Filosofi cicak, diambil Aspar karena kemampuan binatang melata itu memanjat dinding. Hal itu ia buktikan dengan pergerakan tangannya yang cepat, cekatan dan lincah sembari mencengkram tumpuan demi tumpuan pada dinding pertandingan untuk cepat sampai ke titik tertinggi. Ya, dia memang terkenal sebagai atlet panjat tebing yang memiliki kecepatan yang luar biasa di nomor speed putra.

Kemampuannya memanjat tebing ini dimulai saat dia masih duduk di bangku perkuliahan pada 2007. Dia mengenal olahraga ini dari komunitas mahasiswa pecinta alam (mapala) pada tahun yang sama, dia debut sebagai atlet panjat tebing di ajang Pekan Olahraga Mahasiswa se-Sulawesi Tengah.

Sejak debutnya itulah dia merasa asik untuk serius mendalami olahraga ini. Sejak itu, dirinya terkenal dapat menaklukkan dinding panjat tebing di setiap pertandingan olahraga yang diikutinya baik secara nasional maupun internasional. (junius/b)

Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *