Sukseskan Pembukaan AG 2018, Penari Ratoh Jaroe Tagih Janji

by

Megah dan meriah opening ceremony atau acara pembukaan Asian Games 2018. (Dok)

Megah dan meriah opening ceremony atau acara pembukaan Asian Games 2018. (Dok)

 

KaBerIndo.com – JAKARTA , Suksesnya upacara pembukaan Asian Games (AG) 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak bisa dipisahkan dari penampilan menawan para penari yang mencapai lebih dari 4 ribuan orang. Sayangnya, masih ada sebagian dari mereka yang kini merasa kecewa setelah mencurahkan seluruh semangat dan kerja kerasnya dalam menyukseskan upacara pembukaan AG 2018.

Dari 4 ribuan penari yang terlibat dalam upacara pembukaan AG 2018, setidaknya ada 1.600 siswa dari 18 SMA di Jakarta. Mereka bertugas untuk menunjukkan tarian Ratoh Jaroe asal Aceh yang dikemas dengan berbagai rupa sehingga melahirkan decak kagum, tidak hanya dari seluruh masyarakat Indonesia, tapi juga dari seluruh masyarakat dunia, terutama negara-negara peserta. Hal itu tentunya bukan usaha seperti membalikkan telapak tangan. Mereka wajib menjalani latihan setidaknya lebih dari 15 kali, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Seluruh tenaga dan pikiran mereka curahkan demi meninggalkan kesan yang sulit dilupakan, baik dari pihak sekolah maupun negeri tercinta. Salah seorang siswa SMA 23 Jakarta bahkan sudah mulai berlatih sejak April lalu untuk bisa memperagakan tarian Ratoeh Jaroe.

(Baca: Sukses di Asian Games, Tiga Atlet Panjat Tebing Bertanding ke Luar Negeri)

Dari 200 siswi SMA 23 yang mendaftar, akhirnya hanya 75 yang lolos seleksi dan delapan lainnya ikut sebagai penari cadangan. Setidaknya dua hari dalam sepekan, ia dan rekan-rekannya menghabiskan waktu tiga jam untuk latihan di sekolah mulai awal April sampai pertengahan Juni.

Selama itu, tidak ada bayaran untuk latihan, hanya makanan ringan yang disediakan pihak sekolah untuk para siswi yang berlatih tarian asli dari Aceh itu. Mulai 24 Juni, latihan dipindahkan ke Lapangan B Senayan sampai dua pekan jelang pembukaan AG 2018. Kemudian, latihan digeser lagi ke Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sejak itulah pihak Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc) menghitung pemberian honor buat para penari Ratoh Jaroe.

Setiap penari mendapatkan 15 dolar AS (setara Rp223 ribu) per hari. Total, ada 15 kali pertemuan sampai mereka tampil di pembukaan. Jika dirupiahkan, per penari setidaknya bisa mengantongi sekitar Rp3,3 juta sebagai honor mereka.

“Guru bilangnya, tidak ada bayaran jadi jangan terlalu berharap. Kalau dikasih syukur, kalau enggak ya sudah. Tapi teman-teman yang lain bilang, memang harusnya dapat 15 dolar AS per hari, tapi sampai sekarang tidak turun-turun,” ungkap siswa yang enggan disebutkan namanya itu.

(Baca: Pejabat Kemenpora Diperiksa Kejagung Terkait SEA Games 2017)

Belakangan, pihak Inasgoc membantah. Dalam keterangannya, Rabu (19/9/2018), mereka menjelaskan jumlah uang operasional yang diberikan sesuai kontrak yang sudah dibuat dan uang operasional tersebut digunakan untuk mendukung persiapan dan latihan para penari baik yang dilakukan di sekolah, stadion atau di tempat lain. Mekanismenya, panitia melakukan pembayaran melalui transfer bank ke rekening 18 SMA masing-masing penari.

Selanjutnya, Inasgoc juga memastikan bahwa pembayaran uang operasional telah dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada bulan April, Juni dan terakhir 17 September lalu kepada pihak sekolah. Hal itu diakui Direktur Pembukaan dan Penutupan Asian Games 2018, Herty Purba saat ditemui belum lama ini.

Menurutnya, pihak masing-masing sekolah bertugas untuk mengelola dana yang diberikan untuk menyiapkan kebutuhan mulai dari konsumsi, bus dan lainnya. “Benar, per hari kami berikan honor 15 dolar AS yang per orang selama 15 hari latihan. Itu yang kami kirimkan sesuai jumlah siswa-siswi di masing-masing sekolah. Pengelolaan dananya kami kembalikan lagi ke kebijakan masing-masing sekolah,” jelasnya. (junius/ys)

Sumber : Postkotanews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *