Dana Kelurahannya Dihujat, Jokowi: Hati-Hati Banyak Politikus Sontoloyo

by

KaBerIndo.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai jengah mendengar komentar miring mengenai dana kelurahan yang menurut rencana akan digelontorkan pemerintahan mulai 2019 mendatang. Sejumlah politisi diketahui memang berupaya menggoreng isu terkait dana kelurahan Jokowi.

Jokowi, seperti dihimpun dari JPNN.com pada Rabu (24/10/2018), sebelumnya menyampaikan bahwa per tahun depan pemerintah tidak hanya akan mengucurkan dana desa. Ia memastikan dana kelurahan mulai diberikan demi mewujudkan pembangunan yang merata.

Dana kelurahan, sebut Jokowi, digunakan untuk memperbaiki saluran air hingga jalan-jalan di kampung. Namun bukannya diapresiasi, kebijakan tersebut justru dihubungkan dengan politik. Jokowi disebut sengaja mengeluarkan kebijakan demi mendulang banyak suara pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Tahun depan akan ada dana di kelurahan untuk perbaiki jalan, selokan, kok jadi ramai. Kita semua ingin agar untuk rakyat jangan dihubung-hubungkan dengan politik. Enggak rampung-rampung kita ini,” ujar Jokowi di acara penyerahan 5 ribu sertifikat tanah di Lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Selasa (23/10) kemarin.

Ia kemudian menyampaikan permohonan maaf apabila semua hal yang dikerjakan oleh pemerintah akhirnya dikaitkan dengan politik. Padahal, menurut mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, kehidupan dalam masyarakat tak selalu tentang politik. Ada budaya, ekonomi, dan bidang lainnya.

Baca Juga: Target Rebut Kemenangan Mutlak di Atas Angka 70 Persen pada Pilpres 2019, Ini Alasan Ma’ruf Amin

“Kenapa semua dihubungkan dengan politik. Itulah kepandaian politikus untuk mempengaruhi masyarakat. Hati-hati, banyak politikus baik-baik, tapi banyak juga politikus sontoloyo,” tandas Jokowi dengan tegas.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih jeli dalam melihat mana politisi yang benar, dan mana yang memiliki maksud serta tujuan tidak baik. Presiden ketujuh RI ini tak ingin masyarakat hanya dijadikan sebagai objek kalangan yang ingin mendapatkan kepentingannya sendiri.

“Jangan sampai dibawa oleh politikus-politikus hanya untuk kepentingan sesaat. Memudarkan kesatuan persatuan dan persaudaraan kita. Saya titip agar ini (dana kelurahan) benar-benar untuk kesejahteraan warga kita,” pungkas pria kelahiran Surakarta tersebut.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik ‘Vote!’ untuk melihat hasil polling sementara.

Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *