Soal Baliho ‘Jesus is Moslem’ di Cilacap, Menag Tanggapi Begini

by


 

SURATKABAR.ID – Menanggapi pemasangan baliho bertuliskan “I Love Jesus Because Jesus is Moslem” di beberapa tempat di Cilacap, Jawa Tengah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ikut angkat bicara. Forum Umat Islam Cilacap telah mengaku memasang baliho untuk sekadar mengingatkan umat beragama muslim agar tak merayakan hari Raya Natal dan Tahun Baru. Bagaimana tanggapan Menag terhadap hal sensitif tersebut?

“Saya belum tahu apa tuh masalahnya. Saya dalami dulu, kasusnya apa itu? Konteksnya juga kan saya harus dalami dulu,” tukas Lukman kepada awak media, Jumat (28/12/2018). Demikian sebagaimana dikutip dari laporan Tirto.ID, Minggu (30/12/2018).

Menurut pengakuan Menag, pihaknya tak bisa asal berkomentar mengenai masalah sensitif seperti ini. Namun, di pengujung tahun 2018, Lukman berjanji Kementerian Agama akan membenahi diri. Menurut pengakuannya, ia akan mendata hal-hal apa saja yang bisa diperbaiki di tahun mendatang.

“Kita kan baru terima masukan, nanti kita terima, nanti kita olah, akan kita tindak lanjuti,” ungkapnya kemudian.

Lebih lanjut, Masduki Baidowi selaku Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI menyesalkan pemasangan baliho tersebut dilakukan masih dalam suasana hari raya Natal.

Baca juga: Ini Kata BPN Soal Prabowo Ikut Ibadah Natal dan Pro Khilafah

Masduki Baidowi merasa bahwa dari pemasangan baliho tersebut, memang ada motif untuk memecah belah umat beragama di Indonesia.

“Momentumnya menjadi tidak pas, tidak tepat. Itu yang kita sayangkan jangan menciptakan suasana yang kemudian timbul salah paham. Sebaiknya justru di saat ini umat muslim menciptakan suasana tenang agar umat agama kristiani bisa menjalankan ibadah dengan tenang,” papar Baidowi kepada awak media.

Baidowi menambahkan, hal ini juga tak perlu dilakukan di luar perayaan hari raya Natal karena semua umat Islam seharusnya sudah memahami perbedaan ini.

“Ya sebaiknya dicopot lah. Tidak usah menciptakan suasananya tidak nyaman begitu. Kita kan maunya negara bangsa ini yang disebut NKRI tidak boleh merasa antara satu kelompok dengan kelompok lain merasa lebih unggul,” tegasnya kemudian.

Ada Unsur Ujaran Kebencian dan Penistaan Agama

Melansir TribunNews.com, baliho itu juga berisi pesan untuk umat muslim agar tak merayakan Natal dan Tahun Baru Masehi, serta mencintai Isa sebagai hamba dan utusan (rasul). Baliho itu dipasang di muka umum yang memungkinkan masyarakat dari berbagai latar belakang golongan maupun agama dapat melihatnya.

Itulah sebabnya Cilacap Taufiq Hidayatulloh selaku Ketua DPC PKB Cilacap sekaligus anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menilai, baliho itu lebih sebagai bentuk provokasi alih-alih imbauan positif.

Sehingga baliho itu berpotensi memecah belah dan merusak hubungan antar umat beragama, terutama umat Islam, Katolik dan Kristen.

Pesan dalam baliho itu juga dinilainya berpotensi menumbuhkan semangat intoleransi, serta bertentangan dengan upaya membangun negara Pancasila yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

“Pesan dalam baliho tersebut dapat dikategorikan sebagai upaya menebar kebencian, dan menistakan agama tertentu, dan mengandung unsur penistaan agama sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1965,” tandasnya.

Ia pun meminta Bupati Cilacap memerintahkan aparatnya agar menurunkan baliho provokatif tersebut.



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *