Ketua KPK Berharap Kasus Novel Baswedan Bisa Selesai di Periode Kedua…

by


SURATKABAR.ID – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menilai dengan terpilihnya Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden periode 2019-2024 maka ada peluang  besar untuk menjadikan penegakan hukum sebagai prioritas dan agenda penting pemerintah, karena dimulai dari berjalannya penegakan hukum tersebut, akan berdampak pada peningkatan investasi dan kepercayaan publik.

Menurut Agus, salah satu kasus yang menurutnya patut segera dituntaskan adalah kasus penyiraman terhadap salah satu penyidik KPK, Novel Baswedan. “Salah satunya bagaimana menyelesaikan kasus Novel Baswedan, kami berharap ada perhatian,” kata Agus Rahardjo di Kepatihan, Yogyakarta, Selasa (16/7/2019), dikutip dari beritasatu.com.

Sebelumnya, Wadah Pegawai KPK mendorong presiden Jokowi untuk membentuk tim gabungan pencari fakta kasus Novel Baswedan. Pembentukan tim yang independen dipandang perlu bila satuan tugas khusus bentukan polri gagal mengungkap pelaku penyerangan.

“Bila tim tidak berhasil mengungkap pelakunya, presiden perlu mengambil alih pengungkapan kasus Novel dengan membentuk TGPF,” kata Yudi dalam keterangan tertulis,Senin (8/7/2019), dikutip dari tempo.co.

Yudi mengatakan tim itu harus bersifat independen dan bekerja langsung di bawah presiden. Menurut dia, pembentukan tim tersebut merupakan realisasi dari komitmen pemberantasan korupsi yang dijanjikan Jokowi.

Peristiwa penyerangan terhadap Novel terjadi di Jalan Deposito RT 03 RW 10, dekat Masjid Al Ikhsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017 lalu. Ketika Novel selesai melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, tiba-tiba diduga ada dua orang laki-laki tak dikenal menggunakan sepeda motor menghampirinya dan langsung menyiram cairan asam sulfat ke arah mukanya.

Akibatnya Novel mengalami luka diduga terbakar di mata kanan dan kiri, serta luka di dahi sebelah kiri karena terbentur pohon saat mencari air untuk membasuh muka. Setelah menjalankan aksinya, pelaku melarikan diri. Hingga saat ini, pelakunya belum tertangkap.



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *