Ahok Pernah Sebut Pindah Ibu Kota Sama Saja dengan Lari dari…

by


SURATKABAR.ID – Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata pernah menyatakan jika memindahkan Ibu Kota negara sebagai upaya lari dari masalah. Hal tersebut disampaikan oleh Ahok ketika masih menjabat sebagai wakil gubernur DKI Jakarta mendampingi Joko Widodo (Jokowi) yang menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

Penegasan Ahok yang saat ini dipanggil BTP disampaikan dalam video yang menjadi viral saat talk show di salah satu stasiun televisi swasta, berjudul “Warga Bertanya Jokowi-Ahok Menjawab”.

Saat itu Ahok ditanya perihal apakah Jakarta masih layak untuk menjadi ibu kota, politisi PDIP tersebut menyatakan bahwa pindah karena Jakarta macet adalah sesuatu yang tidak tepat. Menurutnya dana yang dihabiskan untuk ibu kota sangat tinggi jika dibandingkan untuk membangun transportasi masal di Jakarta.

“Saya kira kalau soal pindahkan ibu kota tergantung pemerintah pusat dan DPR. Kalau buat saya, rakyat kita masih susah, kalau buat saya pribadi, untuk apa habisin Rp 800 triliun hanya untuk mengatasi gara-gara sini macet, lalu ibu kota pindah padahal bikin loopline kereta api cuma Rp 30 triliun. Jadi kan ini bukan karena ada masalah lalu lari dari masalah gitu lho, itu pendapat saya. Kalau sini macet ya diatasi dong macetnya. Bukan berarti lalu bikin proyek yang lebih berapa ratus triliun. Itu juga masalah baru lagi. Lebih cepat di sini kok. Kalau saya, lebih gampang gimana? Beli aja bus yang banyak kalau pemerintah pusat mau bikin lancar. Kasih bus gratis,” jawab Ahok.

Ketika rekaman wawancara ini menyebar setelah Jokowi mengumumkan akan pindah Ibu Kota, Ahok memberikan klarifikasi. Ahok menuding jika disebarkannya video tersebut saat ini sebagai bentuk adu domba.

“Buat saya, pindah ibu kota karena lari dari masalah kemacetan saja jelas nggak tepat. Pak Jokowi dari dulu mengatakan pindah ibu kota bukan hindari kemacetan. Karena Jakarta tetap harus dibangun transportasinya sebab akan jadi pusat bisnis dan jasa,” kata Ahok lewat pesan singkat, Selasa (27/8/2019), dikutip dari detik.com.

Ia mengatakan setuju jika pindah untuk pemerataan pembangunan. “Pindah ibukota bukan untuk lari dari masalah tetapi untuk pemerataan pembangunan keluar dari Jawa itu benar,” sambungnya.

Ahok mengkalaim ada upaya mengadu domba dengan menyebarkan video tersebut setelah Jokowi memutuskan untuk memindah ibu kota dari Jakarta.

“Itulah politik peninggalan kolonial Belanda. Maunya adu domba dengan konteks berbeda dan pertanyaan yang tidak sama,” ungkap Ahok.



Sumber : SuratKabar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *